1988 Album

Gadis Ingusan

About This Release

“Gadis Ingusan” merupakan album anak-anak pertama Rossa, dirilis ketika usianya baru 10 tahun. Kelahiran album ini berawal dari sebuah peristiwa sederhana yang kelak mengubah arah hidupnya. Rossa awalnya hanya menemani sang ibu yang tengah melakukan rekaman di Studio Pro-Sound, Jelambar, Jakarta Barat. Namun, ketika ia secara spontan bernyanyi melalui headphone di ruang rekaman, aksinya justru menarik perhatian produser Budhy Paramita dan dari momen tak terduga itulah perjalanan musik Rossa dimulai.

Meski masih sangat belia, Rossa langsung ditangani oleh deretan musisi papan atas Indonesia, di antaranya Addie MS, James F. Sundah, Erwin Badudu, Arthur Kaunang, hingga Franky Sahilatua. Kehadiran nama-nama besar ini menjadikan Gadis Ingusan sebuah proyek yang tak lazim untuk ukuran album anak-anak. Para musisi tersebut dihadapkan pada tantangan untuk menciptakan materi yang tetap sesuai bagi anak-anak, namun dengan pendekatan musikal yang lebih kompleks dan matang.

Hasilnya, Rossa mampu membawakan lagu-lagu yang secara teknis cukup menantang untuk penyanyi seusianya, sebuah pencapaian yang sejak dini memperlihatkan kapasitas vokalnya yang tidak biasa. Namun, secara komersial, Gadis Ingusan belum berhasil menembus pasar musik. Materinya dinilai terlalu berat untuk segmen anak-anak, sementara pada saat yang sama belum sepenuhnya menjangkau pendengar remaja dan dewasa.

Meski demikian, album ini justru menjadi pijakan penting dalam perjalanan panjang Rossa. Produser Budhy Paramita menegaskan bahwa proyek ini sejak awal bukan ditujukan untuk mengejar keuntungan, melainkan sebagai proyek prestise. Dalam wawancaranya dengan majalah Ananda (1991), ia menyatakan:

“Album ini memang bukan proyek cari untung, tetapi proyek prestise. Coba simak, mana ada penyanyi cilik ditangani sekian banyak musisi-musisi tenar seperti album Rossa Rose ini.”

Sejak usia dini, Rossa memang telah menunjukkan karakter vokal yang berbeda. Nada-nada tinggi, warna suara yang kuat, serta kecenderungan ke arah lady rocker sudah terdengar sejak awal. Ia tumbuh dengan pengaruh kuat dari rocker perempuan Indonesia seperti Nicky Astria, Nike Ardilla, Anggun C. Sasmi, dan Lady Avisha, serta band rock Barat seperti The Rolling Stones dan Scorpions. Tak mengherankan jika kala itu ia kerap dijuluki “Little Rossa Rose” atau Lady Rocker Cilik, berkat suara melengking dan energi vokalnya yang menonjol.

Album Gadis Ingusan mungkin tidak mencatatkan kesuksesan penjualan, namun ia merekam sebuah fase krusial: lahirnya seorang penyanyi dengan fondasi musikal yang kuat, yang kelak tumbuh menjadi salah satu ikon pop terbesar di Indonesia. Gadis Ingusan menjadi titik mula perjalanan Rossa sebuah proyek prestise yang menandai lahirnya bakat besar sejak usia belia.

×

Order via: