“Satu Indonesiaku” merupakan karya kolaboratif lintas generasi yang digagas oleh Tantowi Yahya, diproduksi oleh komposer ternama Erwin Gutawa, serta melibatkan sekitar 30 musisi papan atas Indonesia. Sejumlah nama yang terlibat antara lain Rossa, Ariel (NOAH), Gita Gutawa, Tulus, Raisa, Momo (Geisha), dan musisi ternama lainnya, yang bersama-sama menyatukan warna vokal dan karakter musikal berbeda dalam satu karya kebangsaan.
Lagu ini dikemas dalam format medley yang memadukan empat lagu legendaris Indonesia, yakni “Rayuan Pulau Kelapa” karya Ismail Marzuki, “Kolam Susu” karya Yok Koeswoyo, “Zamrud Khatulistiwa” karya Guruh Soekarnoputra, serta “Pemuda” karya Candra Darusman (Chaseiro). Perpaduan ini menghadirkan nuansa musikal yang merepresentasikan kekayaan budaya dan sejarah musik Indonesia lintas era.
Proyek “Satu Indonesiaku” turut melibatkan organisasi industri musik seperti PAPPRI dan ASIRI sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi nasional di bidang musik. Lagu ini resmi dirilis pada 20 Desember 2016 di Djakarta Theater, sebelum kemudian diputar serentak di berbagai media nasional mulai dari radio, televisi, hingga jaringan bioskop XXI, sejak 21 Desember 2016.
Secara tematik, “Satu Indonesiaku” dihadirkan sebagai simbol persatuan, kebanggaan nasional, serta pengingat akan pentingnya menjaga keberagaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui kolaborasi lintas generasi dan genre, lagu ini diharapkan mampu memperkuat rasa kebangsaan sekaligus memperkenalkan kembali karya-karya musik legendaris Indonesia kepada generasi muda.

