Setelah sukses menggelar konser tunggal perdananya bertajuk “Persembahan Cinta” di Jakarta, Bandung dan Surabaya, Rossa memasuki fase penting dalam perjalanan kariernya dengan merilis album studio self-titled ROSSA pada 14 Januari 2009. Album ini menjadi pernyataan paling personal sekaligus menandai kematangan musikal Rossa setelah lebih dari satu dekade berkiprah di industri musik Indonesia.
Dikerjakan selama hampir tiga tahun, album ROSSA menghadirkan eksplorasi emosional yang lebih variatif dan reflektif. Single utamanya, “Terlanjur Cinta”, menjadi salah satu lagu paling fenomenal dalam katalog Rossa. Lagu ini merupakan duet bersama Pasha (Ungu), diciptakan oleh Yoyo (Padi) yang pada masa itu merupakan suami Rossa, dan dengan cepat mendapat sambutan luas dari publik, menjadikannya salah satu duet pop paling fenomenal dan ikonik di era tersebut.
Menariknya, album ini sejatinya telah direncanakan untuk dirilis sejak 2005 dengan judul Hidupku. Namun, karena pertimbangan personal dan kekhawatiran akan potensi kontroversi, Rossa memutuskan menunda perilisan dan memilih judul ROSSA. Tahun 2009 dipandang sebagai momentum yang tepat, setelah dua tahun proses pengumpulan dan pematangan materi lagu.
Sebagai bagian dari rangkaian promosi, Rossa menggelar tur konser bertajuk “Cerita Cinta”, yang menyambangi tujuh kota besar di Indonesia serta satu kota di Malaysia. Tur ini semakin mengukuhkan kedekatan Rossa dengan penggemarnya dengan total penonton lebih dari 31.000 orang, sekaligus memperluas jangkauan album tersebut di pasar regional.
Dari sisi komersial, album ROSSA mencatatkan kesuksesan besar, dengan penjualan melampaui 1,5 juta kopi. Capaian ini menegaskan posisi Rossa sebagai salah satu penyanyi solo perempuan paling dominan dan berpengaruh dalam industri musik Indonesia.

